Mengapa Saya Memilih Teknik Sebagai Jalan Hidup dan Apa Yang Saya Pelajari
Pada tahun 2010, saya menemukan diri saya berdiri di persimpangan jalan. Di sisi kiri adalah dunia yang nyaman, dengan rutinitas sehari-hari sebagai pekerja kantoran. Di sisi kanan, sebuah dunia baru yang menantang: dunia teknik. Saat itu, saya tidak hanya mencari karir, tetapi juga menemukan cara hidup yang lebih sehat dan berarti.
Awal Perjalanan: Menemukan Minat dalam Teknik
Saya ingat saat pertama kali terjun ke kuliah teknik di Universitas Gadjah Mada. Ruangan besar penuh dengan mahasiswa berbakat membuat saya merasa kecil. Awalnya, saya ragu apakah saya bisa bertahan di sana. Tetapi saat materi mulai mengalir—tentang mekanika, material teknik, dan desain—minat saya tumbuh seiring waktu.
Namun tantangan terbesar datang ketika kita menghadapi ujian tengah semester. Ada satu malam khusus ketika jam dua pagi tiba-tiba terasa seperti momen krusial bagi hidup saya. Rasa lelah menyerang tubuh ini sementara pikiran berputar tentang bagaimana cara menyiapkan proyek grup kami untuk presentasi minggu depan.
Saat itulah saya sadar bahwa dunia teknik bukan hanya soal angka dan rumus; ini juga tentang manajemen waktu dan kesehatan mental. Semakin banyak tekanan akademis yang datang—rasa stres sering kali membuat kesehatan fisik terabaikan.
Tantangan Kesehatan: Menjaga Keseimbangan antara Akademis dan Fisik
Menghadapi jadwal yang padat memaksa saya untuk merenungkan bagaimana menjalani gaya hidup lebih sehat sambil tetap mengejar impian akademis. Lalu, pada tahun kedua kuliah, sebuah perubahan kecil membawa dampak besar: olahraga rutin. Saya mulai bergabung dengan klub lari kampus setiap pagi.
Meskipun awalnya berat untuk bangun lebih awal dari tempat tidur yang hangat, semakin lama menjalaninya menjadi kebiasaan baik yang mengubah seluruh perspektif hidup saya. Olahraga tidak hanya membuat tubuh lebih fit tetapi juga membantu membersihkan pikiran dari beban akademis sehari-hari.
Setiap pagi lari sejauh lima kilometer memberi kesempatan untuk berpikir jernih tentang tugas-tugas mendatang atau projek-projek rumit di kelas teknik kami—sering kali ditemani suara sepatu berdecit melawan trotoar kampus yang sepi.
Kekuatan Dukungan Sosial: Teman Sejati dalam Perjalanan
Tidak ada perjalanan sukses tanpa dukungan dari orang-orang terdekat kita. Sepanjang perjalanan ini, teman-teman sekuliah menjadi sumber motivasi utama ketika semangat mulai surut. Kita sering berkumpul setelah kuliah untuk berdiskusi tentang masalah-masalah sulit atau sekadar berbagi cerita lucu tentang kesalahan dalam proyek kami.
Kami bahkan memutuskan untuk membuat grup belajar rutin setiap akhir pekan agar bisa saling mendukung satu sama lain baik dalam segi akademis maupun kesehatan mental kami sendiri.
Satu pengalaman tak terlupakan terjadi saat salah satu teman dekat membagikan tips mengenai makanan sehat secara online melalui rugbystoreuy. Dari situ kami memulai tantangan “Makan Sehat Selama Sebulan” – setiap minggu mencoba resep baru dengan bahan-bahan segar sebagai pelengkap sesi belajar bersama!
Membangun Kebiasaan Sehat yang Berkelanjutan
Akhirnya setelah melewati berbagai ujian hingga wisuda pada tahun 2015—saya tidak hanya mendapatkan gelar sarjana tetapi juga kehidupan baru dengan kebiasaan-kebiasaan sehat yang tertanam kuat dalam diri saya.Saya menyadari bahwa memilih teknik bukan hanya soal pekerjaan; tetapi juga menciptakan kualitas hidup lebih baik melalui disiplin dan upaya menjaga kesehatan jiwa serta raga.
Dari pengalaman itu lahir pemahaman bahwa pendidikan teknikal dapat berjalan seiring dengan pengembangan personal demi kualitas kesehatan holistik seseorang.Sejak saat itu hingga sekarang,mengintegrasikan pola makan sehat,sekolah kedisiplinan ,dan hubungan sosial menjadi kunci transformasi pribadi.Secara keseluruhan,saya memahami betapa pentingnya keberadaan rasa syukur akan hal-hal kecil seperti olahraga,pola makan,sekaligus dukungan orang-orang terdekat di sekitar kita.
Singkat kata,jika ada kesempatan melakukan apa pun pastikan lakukanlah sekuat tenaga tanpa melupakan arti sebenarnya yakni menjaga keseimbangan dalam seluruh aspek kehidupan kita!